Sabtu, 27 Juli 2013

Hobby in Our Life


Buku, handphone, make up, acc, laptop, dll..
Tidak akan lepas dari kehidupan kita. hampir semua orang mengatkan mereka akan mengalami sebuah kejenuhan hidup ketika mereka tidak dapat mengekspresikan diri... :)

Beberapa orang menyukai buku bahkan ada yang teropsesi dengan buku-buku tertentu, semisal novel :D
Make up, ada sebagaian orang terutama kaum hawa, mengatakan bahwa mereka kurang PD jika belum memakai make up...

Itu semua adalah ekspresi diri mereka, tidak ada salahnya seseorang mengekspresikan dirinya melalui media-media tertentu. selama itu masih berada di batas kewajaran tentunya :)

Sabtu, 13 Juli 2013

Flashback, But just Memories



      “Terpanah pada daun yang mulai menguning berserakan disana sini. bangku-bangku taman yang tlah tua menyisahkan banyak kisah cinta. Terlihat jalan setapak yang mulai tak beraturan kemana arah jalannya. Terasa hembusan angin semilir yang datang membawa kedamaian jiwa menerpa raga untuk sesaat.  Kelopak mata tertutup seraya mengiringi keheningan yang tercipta. Terbayang masa lalu yang terpatri dalam lubuk hati. Pesona cinta yang mulai menjajah hati kembali, membuka luka lama untuk sekedar menyapanya.” 

      Hati kini mulai berkisah, betapa ku bahagia dalam peluk cinta yang bertabur keindahan fana. Sebongkah kayu berukir berwarna putih itu telah menjadi bukti. Dan guguran daun yang menguning menjadi satu saksi lukisan perih di hati, bertutur kisah lama yang menjuntai keluar untuk sesaat….
          Tergambar begitu jelas cerita cinta yang tlah lama bersarang dalam hati. meski bukan kebahagian yang abadi, namun tak sekalipun jiwa berniat untuk membuangnya. Membencinya sama artinya  membenci diriku yang bodoh, bodoh sebodohnya. Tak layak menyimpan rasa yang tersisah pada dia yang tercinta dahulu. Memang luka yang membekas tak akan pernah hilang, namun ketulusan hati selalu mencoba untuk mengobatinya….

          Tersadar dalam tidur yang panjang, hasratku melangkah tuk menjamah bangku-bangku tua kan berserakan guguran daun. Di iringi dengan deruan angin kecil bercahayakan sinar sang mentari yang kini semakin menua. Terpanah akan keindahan taman yang indah dahulu, kini tlah rusak dan tak berpenghuni . Sunyi, sepi, hampa terasa kini. Apa mungkin sama halnya dengan hatiku?

          Terlalu lama ku pendam kisah ini, apa mungkin hati tlah mati untuk kisah yang baru? Nyaris tak tersisah cinta untuk mereka yang baru hadir. Bayangan semu masa lalu melucuti kebahagian yang seharusnya kudapatkan, ini kah yang disebut dengan cinta mati? Atau ini hanya ambisi tuk memilikinya?

Setulus hati ku serahkan kebahagianku pada jurang kehancuran, jurang yang menggelincirkanku bersama kebahagian lampau seraya mebunuh benih-benih kehidupan yang baru. Bagaimana aku bisa hidup dengan kenangan masa lalu yang tak kunjung pergi, bahkan diri tak sanggup untuk berhenti mencintai luka itu…..
      Setiap hari hanya ada bayangannya yang melekat di hati, bersembunyi di balik relung hati yang semakin tersembunyi. Memaksanya keluar pun rasanya sulit. Lantas apa yang harus di pilih jika pilihan yang ada hanya satu, yaitu membiarkan luka ini tetap tinggal di sini…..
Kehidupan tlah berjalan, namun aku masih tetap di atas luka hatiku, di belakang kebahagian dirinya. Mengorbankan begitu banyak waktu dan harapan berharga. Atas nama KETULUSAN, yang entah sampai kapan ketulusan itu akan berhenti menatap luka lama, lalu berusaha menyelamatkan raga dari penjara hati yang kian hari menyayat perih.

Talk to Life :)

 Melodi Hati 

        Semua yang hadir tlah pergi, semua kebahagian yang tlah terwujud kini berpulang pada sang penguasa, perasaan yang dahulu damai dengan alunan suara-suara merdu, kini serasa sunyi dan kosong, hati yang dahulu hidup dengan sebuah harapan, kini seoalah mati dengan pengkhianatan. Bergelimang air mata nan suci, jatuh menetes layaknya sebutir air yang berasal dari kaki gunung jatuh ke hilir. Semua harapan di patrikan dalam impian yang tak terbatas, kini terbuang sia-sia dan hanya bisa menjadi saksi buta kepiluan diri. Semua begitu nyata dalam benak dan angan, andai waktu bergulir seraya memberikan janji-janji abadi, mungkin jiwa dan raga kan hidup dalam kekekalan yang beriring syahdu dunia.

          Wahai dawai-dawai hati manusia yang tlah putus dalam alunan melodi, bangkitkan sosok diri nan kosong tanpa rasa yang dahulu menghantui. Meski suara tangisan menyeruak dalam palung kalbu, menahan gejolak yang tak berbendung, membalut rasa amarah, dendam, dan putus asa. Sadarilah wahai sang penghuni dunia, Jadikan raga bagai sebuah piano yang kan terus berirama dalam tangis, bahagia, sendu, dan senang. Tak ada waktu tanpa impian, tak ada kehidupan yang berisi asa. Hanyut dalam kesendirian hanya mebuat diri kan semakin terluka.

          Lisan tak sanggup berucap, tubuh tak sanggup bergerak, hanya hati yang kan menuntun dalam gelapnya simfoni kehidupan. Jangan penjarakan raga dalam sepi, karena itu hanya menyiksa diri. Dengarkan melodi hati dan rasakan alunan merdunya yang membawa kedamaian hidup, meski dalam air yang mengalir deras. Semua kan baik-baik saja, jangan kau ragu tuk langkahkan kaki dalam menggapai sebuah harapan. Langkahkan kakimu seperti gesekan sang biola, takkan pernah berhenti sebelum menghasilkan suara yang merdu. Himpun semua kekuatan yang ada pada jati diri untuk berani berjalan pada jalan yang terjal sekalipun. Jangan hanya terdiam menunggu kebahagian yang kan menjemput. Bergeraklah menuju kebahagiaan yang kan membawa jiwa dan raga pada harmonica kehidupan.

          Wahai jasad-jasad yang berhati suci, bersenandunglah dalam iringan kalbu hati. ciptakan potret diri nan tegar dalam mengahadang badai yang tiada henti. Bangunlah diri bagai tebing yang tak pernah terombang ambing, demi menggapai kebahagian yang abadi, dalam pesona duniawi.

By : AR