Melodi
Hati
Semua yang hadir tlah pergi, semua kebahagian yang
tlah terwujud kini berpulang pada sang penguasa, perasaan yang dahulu damai
dengan alunan suara-suara merdu, kini serasa sunyi dan kosong, hati yang dahulu
hidup dengan sebuah harapan, kini seoalah mati dengan pengkhianatan.
Bergelimang air mata nan suci, jatuh menetes layaknya sebutir air yang berasal
dari kaki gunung jatuh ke hilir. Semua harapan di patrikan dalam impian yang
tak terbatas, kini terbuang sia-sia dan hanya bisa menjadi saksi buta kepiluan diri. Semua begitu nyata dalam benak dan angan, andai waktu bergulir
seraya memberikan janji-janji abadi, mungkin jiwa dan raga kan hidup dalam
kekekalan yang beriring syahdu dunia.
Wahai
dawai-dawai hati manusia yang tlah putus dalam alunan melodi, bangkitkan sosok
diri nan kosong tanpa rasa yang dahulu menghantui. Meski suara tangisan
menyeruak dalam palung kalbu, menahan gejolak yang tak berbendung, membalut
rasa amarah, dendam, dan putus asa. Sadarilah wahai sang penghuni dunia, Jadikan
raga bagai sebuah piano yang kan terus berirama dalam tangis, bahagia, sendu,
dan senang. Tak ada waktu tanpa impian, tak ada kehidupan yang berisi asa.
Hanyut dalam kesendirian hanya mebuat diri kan semakin terluka.
Lisan
tak sanggup berucap, tubuh tak sanggup bergerak, hanya hati yang kan menuntun
dalam gelapnya simfoni kehidupan. Jangan penjarakan raga dalam sepi, karena itu
hanya menyiksa diri. Dengarkan melodi hati dan rasakan alunan merdunya yang
membawa kedamaian hidup, meski dalam air yang mengalir deras. Semua kan
baik-baik saja, jangan kau ragu tuk langkahkan kaki dalam menggapai sebuah
harapan. Langkahkan kakimu seperti gesekan sang biola, takkan pernah berhenti
sebelum menghasilkan suara yang merdu. Himpun semua kekuatan yang ada pada jati
diri untuk berani berjalan pada jalan yang terjal sekalipun. Jangan hanya
terdiam menunggu kebahagian yang kan menjemput. Bergeraklah menuju kebahagiaan
yang kan membawa jiwa dan raga pada harmonica kehidupan.
Wahai
jasad-jasad yang berhati suci, bersenandunglah dalam iringan kalbu hati.
ciptakan potret diri nan tegar dalam mengahadang badai yang tiada henti.
Bangunlah diri bagai tebing yang tak pernah terombang ambing, demi menggapai kebahagian
yang abadi, dalam pesona duniawi.
By : AR
Tidak ada komentar:
Posting Komentar